TANGERANG — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Periuk menggelar silaturahmi di Majelis Ta'lim Al Zaman, Pinang, Kota Tangerang. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara ulama, pemerintah dan masyarakat sekaligus memperkuat peran keumatan di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, tausiah disampaikan oleh KH. Muhammad Yasin, S.Pd., selaku Ketua MUI Kecamatan Periuk. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi serta mengambil keberkahan dari hubungan baik antarsesama.
KH. Muhammad Yasin menyampaikan bahwa silaturahmi memiliki banyak manfaat, bukan hanya dalam kehidupan sosial, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun keberkahan kehidupan umat.
Menurutnya, makna silaturahmi juga tidak sebatas hubungan antarmanusia yang masih hidup. Silaturahmi, kata dia, dapat diwujudkan dengan terus mendoakan dan mengingat orang-orang yang telah meninggal dunia.
Selain itu, ia menekankan pentingnya silatul ilmu atau menyambung hubungan dengan ilmu sebagai sebuah kewajiban. Masyarakat, khususnya warga Kota Tangerang, patut bersyukur karena masih banyak ulama yang senantiasa hadir dan mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat.
"Kita harus menjaga dan menghargai para ulama karena mereka merupakan bagian penting dalam membimbing umat," pesan KH. Muhammad Yasin.
Dalam tausiyahnya, ia juga mengingatkan masyarakat mengenai makna sesungguhnya dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Maulid tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Baginda Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan, A.P., M.Si. menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran jajaran MUI Kecamatan Periuk dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap kehadiran para ulama dapat terus memberikan keberkahan bagi masyarakat dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan umat.
Menurut H. Maryono, jabatan dan kepemimpinan pada hakikatnya merupakan sebuah amanat yang tidak bersifat abadi. Karena itu, setiap pemimpin harus menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai prestasi maupun program pemerintah tidak akan dapat diwujudkan secara optimal tanpa adanya kerja sama yang baik antara pemimpin, ulama dan masyarakat.
"Program pemerintah tentu membutuhkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak. Sinergi antara pemerintah, ulama dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan dapat memberikan manfaat yang lebih luas," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang juga memberikan apresiasi terhadap rencana Musyawarah Kerja Kecamatan (Mukercam) MUI Kecamatan Periuk yang dijadwalkan berlangsung di Lembang, Jawa Barat, pada 10–11 Oktober 2026.
Ia menyatakan akan terus mendorong berbagai kegiatan keumatan yang dilaksanakan MUI Kecamatan Periuk sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.
Silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan makan bersama dan sesi foto sebagai dokumentasi serta penutup rangkaian acara.
Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa sinergi antara ulama, pemerintah dan masyarakat bukan hanya penting untuk menjaga kerukunan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadirkan keberkahan dan kemaslahatan bagi warga Kota Tangerang.(moel)

