Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muskercam VII MUI Kecamatan Periuk Sukses Digelar, 11 Komisi Paparkan Program Kerja Lima Tahun ke Depan

11 Okt 2026 | Minggu, Oktober 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-11T12:17:31Z


LEMBANG, BANDUNG — Musyawarah Kerja Kecamatan (Muskercam) VII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Periuk berlangsung sukses dan meriah pada 10–11 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran pengurus untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, serta menyatukan visi dan misi dalam menjalankan amanah organisasi.


Muskercam diikuti seluruh anggota MUI Kecamatan Periuk, mulai dari seluruh pengurus komisi, Pengurus Harian, hingga perwakilan Dewan Pertimbangan.


Dalam forum tersebut, masing-masing komisi memaparkan rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama lima tahun ke depan sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran MUI di tengah masyarakat.


Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan MUI Kota Tangerang, KH. Misbahul Munir, S.Ag., M.M., serta perwakilan Kecamatan Periuk, Syamsul Rais, S.Sos., yang juga merupakan anggota Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Periuk.
KH. Muhammad Yasin: Muskercam Bukan Sekadar Seremonial


Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Periuk, KH. Muhammad Yasin, S.Pd., menegaskan bahwa Muskercam bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum strategis yang harus mampu melahirkan program kerja nyata, terukur, dan berkelanjutan.


Menurutnya, musyawarah merupakan ruang untuk duduk bersama, saling mendengarkan, menghargai perbedaan pendapat, serta mencari solusi terbaik demi tercapainya mufakat.


Ia juga menekankan tiga tujuan utama pelaksanaan Muskercam, yaitu:
Evaluasi dan introspeksi, sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas kinerja organisasi.


Memperkuat ukhuwah, guna membangun kebersamaan dan soliditas antarpengurus.
Menyatukan visi dan misi, agar seluruh komisi bergerak dalam satu arah untuk mencapai tujuan bersama.


KH. Muhammad Yasin juga mengingatkan bahwa berbagai program yang telah berjalan merupakan hasil ikhtiar bersama yang harus dirawat, dijaga, dan dilanjutkan oleh seluruh anggota MUI Kecamatan Periuk.


Dua gerakan yang menjadi perhatian di antaranya adalah “Gerakan Periuk Berakhlakul Karimah” serta Subling (Shubuh Keliling) yang bertema  “Satu Shubuh, Satu Hati, Satu Periuk” sebagai upaya membangun masyarakat yang berakhlak mulia dan memperkuat persatuan di lingkungan Kecamatan Periuk.


MUI Berkhidmat untuk Umat dan Bersinergi dengan Pemerintah


Dalam arahannya, KH. Muhammad Yasin turut menegaskan posisi MUI sebagai organisasi keagamaan yang tidak berorientasi pada kepentingan politik praktis. MUI memiliki peran sebagai khadimul ummah atau pelayan umat serta shadiqul hukumah, yakni mitra pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.


Untuk memperkuat pelaksanaan program kerja, ia menyampaikan tiga pesan utama yang dikenal dengan prinsip 3K, sebagai pedoman bagi seluruh komisi dalam menjalankan amanah organisasi.


Pertama, Khidmah, yaitu mengabdi dengan tulus demi kepentingan umat. Kedua, Kolaborasi, yakni membangun kerja sama dan sinergi, baik antarkomisi maupun dengan berbagai pihak. Ketiga, Kontribusi, yaitu menghadirkan karya dan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.


Ketiga pesan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi seluruh pengurus dalam menerjemahkan program kerja menjadi kegiatan yang berdampak positif dan berkelanjutan.


Momentum Memperkuat Kebersamaan dan Pengabdian


Lebih dari sekadar penyusunan program kerja, Muskercam VII menjadi ruang bagi seluruh pengurus untuk saling mengenal, membangun komunikasi, dan memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi.


Melalui forum ini, MUI Kecamatan Periuk diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran keulamaan, dakwah, pembinaan akhlak, serta pelayanan kepada masyarakat.


Dengan semangat khidmah, kolaborasi, dan kontribusi, seluruh jajaran MUI Kecamatan Periuk diharapkan mampu menjaga kesinambungan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru demi terwujudnya masyarakat Periuk yang berakhlakul karimah.


Muskercam VII bukanlah akhir dari sebuah pertemuan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih nyata bagi umat, masyarakat, dan bangsa.

×
Berita Terbaru Update