TANGERANG — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Periuk terus mendorong lahirnya berbagai kegiatan yang dapat memperkuat pembinaan keagamaan dan meningkatkan kualitas pemahaman umat terhadap Al-Qur’an.
Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui program Kajian Tahsin yang digagas oleh Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kecamatan Periuk.
Kegiatan ini dirancang sebagai agenda rutin bulanan sekaligus menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat yang ingin memperbaiki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.
Ketua MUI Kecamatan Periuk, H. Muhammad Yasin, S.Pd., mengajak para pengurus, jamaah, serta masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan keagamaan tidak cukup hanya menjadi agenda organisasi, tetapi harus mampu menjadi ruang yang terbuka dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Mari kita manfaatkan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk terus belajar, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, sekaligus memperkuat kebersamaan di antara kita. Tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an,” demikian semangat yang disampaikan Ketua MUI Kecamatan Periuk.
Mengangkat Metode Mutqin Al-Muyassar
Untuk pelaksanaan bulan September 2026, Kajian Tahsin akan dikemas dalam kajian “Metode Mutqin Al-Muyassar”, dengan tema Mengenal Metode Mutqin Al-Muyassar: Rahasia Menghafal Al-Qur’an dengan Mudah, Kuat, & Menyenangkan.
Kegiatan tersebut akan menghadirkan Ustadz Khomsin Hariyadi, S.Pd.I., penulis buku Metode Mutqin Al-Muyassar, bersama H. Jaya Avianto, MM., Pembina RTP Al Insyirah Tangerang.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung:
📅 Sabtu, 5 September 2026
⏰ Pukul 12.30–15.00 WIB
📍 Rumah Tahfizhpreneur Al-Insyirah Tangerang
Program ini menjadi bagian dari komitmen MUI Kecamatan Periuk untuk menghadirkan kegiatan pendidikan keagamaan yang mudah diikuti, relevan, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi MUI Kecamatan Periuk, meningkatkan kualitas umat tidak hanya dilakukan melalui ceramah dan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui proses belajar yang berkelanjutan. Kajian tahsin dan pembelajaran Al-Qur’an menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
Ketua MUI: Mari Hadir dan Belajar Bersama
H. Muhammad Yasin juga mengajak seluruh jajaran pengurus MUI Kecamatan Periuk, para ketua komisi, serta masyarakat untuk ikut mendukung dan menyukseskan kegiatan tersebut.
Ajakan itu sekaligus menjadi pesan bahwa belajar Al-Qur’an bukan hanya untuk mereka yang sudah mahir. Justru, ruang belajar seperti ini diharapkan dapat menjadi tempat bagi siapa saja untuk meningkatkan kemampuan secara bertahap dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan.
“Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Mari kita ramaikan kegiatan-kegiatan positif seperti ini dan jadikan Al-Qur’an semakin dekat dengan kehidupan kita sehari-hari,” menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut.
Melalui program Kajian Tahsin, MUI Kecamatan Periuk berharap semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk meningkatkan kualitas bacaan, hafalan, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Mari hadir, mari belajar, dan mari tumbuh bersama Al-Qur’an.
.jpg)