Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KH. Muhammad Yasin: Ajak Anggota Jadikan MUI Periuk sebagai Rumah Bersama untuk Berkhidmat, Bukan Sekadar Kantor Organisasi

Senin, 07 September 2026 | Senin, September 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-07T07:54:06Z


KOTA TANGERANG — Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Periuk tidak ingin hanya menjadi tempat berkumpulnya para pengurus. Di bawah kepengurusan baru, tempat tersebut diharapkan tumbuh menjadi “rumah bersama” bagi umat, sekaligus pusat komunikasi dan kegiatan keumatan di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.


Pesan itu disampaikan Ketua MUI Kecamatan Periuk, KH. Muhammad Yasin, S.Pd., saat menggelar silaturahmi perdana bersama jajaran pengurus baru di Gedung MUI Kecamatan Periuk, Sabtu malam (8/8/2026).


Dalam pertemuan tersebut, KH. Muhammad Yasin menekankan pentingnya membangun organisasi yang tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Mari gedung MUI Kecamatan Periuk kita jadikan rumah kita. Kita perkuat jamaah, DKM dan majelis ta’lim. Sekaligus kita perkuat HIKMA, kerukunan beragama dan kebangsaan,” tegasnya.


Menurutnya, kekuatan MUI tidak semata-mata berada pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada kemampuan membangun jaringan dan komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat.

Karena itu, penguatan masjid melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), pembinaan majelis ta’lim, serta penguatan jamaah menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat dari tingkat paling bawah.Bukan Sekadar Organisasi, MUI Harus Hadir di Tengah Masyarakat.

KH. Muhammad Yasin menilai tantangan kehidupan masyarakat saat ini membutuhkan kehadiran lembaga keagamaan yang mampu menjadi rujukan, pembimbing sekaligus jembatan komunikasi.


Ia pun mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang harmonis tidak hanya di internal umat Islam, tetapi juga dengan berbagai kelompok dan pemeluk agama lain.

Anggota MUI tampak khusu mendengarkan arahan dari ketua harian MUI kecamatan Periuk KH.Muhammad Yasin,S.Pd. pada agenda rapat perdana (08/08/2026) 


Dalam konteks tersebut, keberadaan HIKMA (Himpunan Kerukunan Majelis Agama) dinilai memiliki peran penting dalam menjaga komunikasi lintas agama dan memperkokoh kehidupan masyarakat yang rukun.


“Perkuat jamaah berarti perkuat ukhuwah. Perkuat DKM dan majelis ta’lim berarti perkuat pendidikan agama. Dan perkuat HIKMA berarti kita jaga Kota Tangerang tetap damai, rukun, dan beradab,” ujarnya.


Semangat tersebut menjadi salah satu arah yang ingin dibangun dalam kepengurusan MUI Kecamatan Periuk ke depan.


Tiga Amanah Utama MUI Periuk
Dalam kesempatan yang sama, KH. Muhammad Yasin juga menjelaskan tiga fungsi utama yang menjadi pijakan MUI Kecamatan Periuk dalam menjalankan tugasnya.


Pertama, Khadimul Ummah, yakni MUI sebagai pelayan umat. Fungsi ini diwujudkan melalui pembinaan, pendampingan, serta pelayanan terhadap kebutuhan dan persoalan keagamaan masyarakat.


Kedua, Shadiqul Hukumah, yaitu MUI sebagai mitra pemerintah. Dalam posisi tersebut, MUI diharapkan mampu membangun sinergi dengan pemerintah dalam mendukung berbagai program yang berkaitan dengan pembangunan keumatan dan kehidupan sosial masyarakat.


Ketiga, Himayatul Ummah, atau pelindung umat. Peran ini berkaitan dengan upaya menjaga akidah, moral, nilai-nilai keagamaan, sekaligus membantu menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai dan harmonis.


Ketiga fungsi tersebut kemudian akan diperkuat melalui sejumlah program, mulai dari peningkatan sinergi ulama dan pemerintah, pembinaan rohani serta pengajian rutin di berbagai wilayah Kecamatan Periuk, hingga pembenahan tata kelola organisasi agar semakin profesional, transparan dan akuntabel.
Pengurus Baru Diminta Tidak Hanya Aktif di Internal.


KH. Muhammad Yasin juga mendorong seluruh pengurus baru agar menjadikan MUI sebagai ruang terbuka untuk membangun komunikasi dan menyelesaikan berbagai persoalan keumatan.


Menurutnya, MUI harus mampu bergerak lebih dekat dengan masyarakat serta menjalin kerja sama dengan DKM, majelis ta’lim, tokoh masyarakat, pemerintah dan elemen keagamaan lainnya.


Dengan demikian, keberadaan MUI tidak hanya terlihat dalam agenda seremonial, tetapi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Para pengurus yang hadir menyambut positif arah tersebut. Silaturahmi perdana itu dinilai menjadi langkah awal untuk membangun kepengurusan yang lebih solid, komunikatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Pertemuan malam itu kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kedamaian dan kerukunan warga Kecamatan Periuk. Suasana kekeluargaan berlanjut melalui ramah-tamah dan foto bersama seluruh jajaran pengurus.


Dengan semangat “MUI sebagai rumah bersama”, kepengurusan baru MUI Kecamatan Periuk diharapkan mampu membawa organisasi semakin dekat dengan umat, semakin kuat dalam membangun sinergi, serta semakin nyata memberikan kontribusi bagi terciptanya masyarakat yang religius, rukun dan beradab. (Moel)

×
Berita Terbaru Update