![]() |
| H.Muhammad Yassin,S.Pd. (kanan) bersama H.Mahpud, S.Pd.I., M.Pd., M.M (kiri) dalam acara Peringatan Maulid Nabi di SMPN 12 Kota Tangerang |
KOTA TANGERANG — Semangat meneladani kepribadian Rasulullah SAW menjadi pesan utama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar SMP Negeri 12 Kota Tangerang, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Periuk, KH. Muhammad Yasin, S.Pd., sebagai penceramah. Ratusan siswa bersama jajaran guru dan civitas akademika mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.
Dalam tausiyahnya, KH. Muhammad Yasin mengingatkan para pelajar bahwa peringatan Maulid bukan semata-mata kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana untuk mengenal sekaligus menerapkan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan, Rasulullah SAW merupakan contoh terbaik dalam membangun pribadi yang memiliki kejujuran, kasih sayang, kesabaran, serta sikap mudah memaafkan. Nilai-nilai tersebut, kata KH. Yasin, sangat relevan untuk diterapkan oleh generasi muda di tengah tantangan kehidupan saat ini.
“Mencintai Rasulullah tidak cukup hanya dengan memperbanyak ucapan dan shalawat. Kecintaan itu harus terlihat dari akhlak dan perilaku kita. Jadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan, karena keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh akhlaknya,” pesan KH. Yasin kepada para siswa.
Ia juga mendorong peserta didik untuk menjadikan masa sekolah sebagai kesempatan membangun karakter. Menurutnya, ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku pendidikan akan semakin bernilai apabila diiringi dengan sikap santun, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 12 Kota Tangerang, H. Mahpud, S.Pd.I., M.Pd., M.M., mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter peserta didik.
Menurut H. Mahpud, lingkungan pendidikan tidak hanya bertugas meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang mempunyai kepribadian baik dan mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial.
“Melalui kegiatan ini kami berharap anak-anak tidak hanya memahami kisah Rasulullah, tetapi juga mampu mengambil pelajaran dari akhlak beliau. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berprestasi, memiliki kepedulian terhadap sesama, dan tetap berpegang pada nilai-nilai akhlakul karimah,” ungkapnya.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi tersebut turut diisi dengan pembacaan shalawat secara bersama-sama dan doa. Suasana religius semakin terasa ketika para siswa dan guru mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib.
Pihak sekolah berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan dapat memberikan dampak nyata terhadap pembentukan karakter siswa. Semangat mencintai Rasulullah diharapkan menjadi motivasi bagi para pelajar untuk meningkatkan kualitas diri, mengejar prestasi, serta membangun pergaulan yang positif dan berlandaskan akhlak mulia.
